Aku pernah bermimpi tuk menjadi seorang penulis sebuah syair atau puisi, agar aku dapat menuangkan segala rasa hati pada kata-kata yang tlah ku rangkai.
Aku juga pernah bermimpi tuk menjadi musisi, karena aku ingin mengungkapkan sebuah perasaan lewat alunan music yang berirama.
Dan sebuah mimpi yang selalu melekat dihati dan jiwaku sejak kecil, aku ingin menjadi seorang pelukis.
karena bagiku seorang seniman memiliki jiwa yang berbeda dari orang-orang pada umumnya.
Namun pada suatu saat, aku mencoba memberitahu kepada orang tuaku tentang keinginanku untuk melanjutkan study di seni.
saat itu orang tuaku tak pernah mendukungku, beliau bahkan bertekat tak membiyayai studyku kalau aku melanjutkan study di seni. bagi beliau jiwa seni yang melekat di diriku tak penting untuk beliau.
yang aku bisa saat itu hanyalah menangis, menangis dan menangis.
Fikiranku penat, yang diotakku hanyalah aku akan meninggalkan semua impianku, membiarkannya melayang menjauhiku.
Aku butuh restu dari beliau, aku butuh dukungan, aku butuh penyemangat, aku butuh semuanya agar aku dapat meraih mimpiku.
Terkadang aku berfikir beliau sangat egois, tidak pernah mengerti akan mimpi dan keinginanku.
Setiap saat jika ada orang bertanya akan cita-citaku, aku tak mampu untuk menjawabnya, sedih yang kurasa jika harus mengungkit sebuah cita-cita.
Aku merasa iri jika melihat orang tua selalu mendukung kesukaan anak-anaknya,
Aku iri mengapa orang tuaku tak seperti mereka, selalu memberi semangat, mendukungnya dan selalu menjadi motivasi.
Namun syukur alhamdulillah, berkat doa dan usahaku, beliau memperbolehkan aku melanjutkan study yang berkaitan dengan menggambar. tetapi tetap saja aku takut jika harus bercerita tentang masa study'ku kepada beliau.
Takut beliau masih ada rasa tak kesukaannya akan study yang aku jalani saat ini..
tapi aku sangat bahagia sekali.
Aku merasa impianku akan ku gapai
amin ya allah